Jumat, 26 April 2013

ANDA BERHARGA

ANDA BERHARGA  

Oleh: Ev. Lenis Kogoya
Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,  melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." (1 Ptr. 1:17-19).

Segala sesuatu yang ada di bumi ini baik adanya, bahkan segala pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan sekarang ini sesungguhnya sangat baik jika dilakukan untuk mendatangkan kebaikan dan keunutungan baik bagi kehidupan masa sekarang maupun yang akan datang di dalam dunia ini.  Sebab tidak ada sesuatu yang tidak berasal dari Dia, segala sesuatu berasal daripada-Nya  (Rm. 11:36; bnd. Ul. 32:39). Dan Ia menghendaki agar semuanya itu dinikmati, dilakukan dan diperjuangkan oleh umat manusia. Namun menjadi persoalan adalah jika dinikmatinya tanpa mengetahui siapa sumbernya, dan tanpa mengenal Dia sebagai satu-satunya penyelamat dunia. Sebab akan menjadi sia-sia belaka jika semuanya itu diperjuangkan dan dinikmati tanpa mengenal dan melibatkan Allah di dalam Yesus Kristus (lih: Yak. 4:13-15; bnd. Pkh. 1). 

Sesuatu yang paling penting dan bernilai kekal di dalam dunia ini adalah Yesus Kristus. Karena itu setiap orang hendaknya percaya dan menerima Dia sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat hidupnya, sehingga memastikan posisinya yang bernilai kekal sejak dini. Tidak ada sesuatu yang dapat menyebabkan dirinya menjadi pribadi yang bernilai dan berdampak kekal jika hidupnya berada di luar Kristus. Sebab di dalam kolom langit ini hanya Dia (Kis. 12:4), yang melalui-Nya manusia diselamatkan dan mendapat pengampunan doa. Hanya Dia satu-satunya jalan keselamatan penyelamatan manusia, yang disediakan Allah, yang sesuangguhnya telah menjadi rahasia Allah bagi generasi dahulu, yang disingkapkan bagi generasi sekarang (Ef. 3:7-12).[1] Misteri itu adalah Yesus Kristus dan karya penyelamatan, yang melaluinya manusia memperoleh pengampunan dosa. Karena itu setiap orang akan diselamatkan jika percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat atas hidupnya.

Ingat saudaraku, karya penyelamatan Allah itu bersifat universal, yakni karya penyelamatan bagi banyak orang , namun akan menjadi rill dan personal ketika percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia (bnd. Yoh. 3:16). Denyut hati Allah yang sesungguhnya adalah Kabar Pengampunan Dosa harus didengarkan kepada setiap telinga, agar mendengar dan membuat respon oleh setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang percaya dipercayakan membawa dan melakukan tugas agung ini kepada setiap orang, yakni setiap suku, etnis, kelompok, tempat, daerah, wilayah, pulau, negara sampai ke ujung bumi atau ke setiap telinga yang belum mendengar. Berita Injil Keselamatan dan penghukuman dunia harus disampaikan sebelum tiba waktunya.

Celaka jika berita itu tidak disampaikan dan menyebabkan orang mendapat penghukuman Allah. Jadi tidak ada alasan yang menyebabkan setiap orang percaya untuk tidak memberitakan kabar keselamatan. Setiap orang harus mendengar kabar ini sebelum tiba saatnya. Namun beberapa LANGKAH PENTING untuk direnungkan, yaitu: bagimana orang mendengar kalau tidak ada yang memberitakannya?, bagaimana orang mau memberitakan kalau tidak ada yang  bersedia dan mau pergi? Bagaimana mau pergi kalau tidak ada yang menutus? Bagaimana mengutus orang kalau tidak ada program dan tidak sarana pendukung? Bagaimana berita keselamatan didengarkan dan setiap orang membuat keputusan kalau tidak ada yang beroda?. Jadi pertanyaan penting di sini adalah “bagaimana orang mendegar kalau tidak ada yang memberitakannya?,”  sebab iman itu timbul dari pendengaran ( Rm 10:17). 
By: Lenko.


[1] Misteri bagi generasi lama adalah orang Yahudi, tetapi telah disingkapkan bagi gereja, yakni Injil Keselamatan atau karya pengampunan dosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar