Rabu, 17 April 2013

SUDAH SELESAI


Oleh: Ev. Lenis Kogoya.
“….karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia—supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci—:"Aku haus!"  Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.  Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.." (Yoh. 19:28-30).

Alkitab menyatakan bahwa dosa itu identik dengan hutang. Konsekwensi dosa adalah mati/ kebinasaan yg kekal (Rm. 6:23a band. Kej.2:17), maka harus ada nyawa untuk membayarnya, agar dosa itu dapat ditebus. Pengampunan dosa dapat terjadi apabila ada nyawa yang dipakai untuk membayar hutang/dosa itu. Pengampunan dosa itu ibarat seseorang yang punya hutang tapi dianggap lunas oleh si kreditor dimana si kreditor mengambil alih kerugiannya untuk membebaskan pihak yang berhutang itu. Itulah mengapa untuk penebusan dosa manusia, Tuhan harus datang ke dunia, menyerahkan nyawanya sebagai pelunasan hutang-hutang – yaitu dosa manusia – dengan cara mati di kayu salib. Pemahaman ini tidak dimiliki dalam agama-agama lain, sehingga seringkali ada banyak pertanyaan bahkan sindiran, mengapa Allah perlu hadir sebagai manusia hanya untuk mati di kayu salib, seolah-olah Allah lemah dan tidak-berdaya. Kematian Yesus bukanlah kematian 'martir' seperti kematian seorang syuhada yang berjihad, kematiannya bukan pula sebagai kekalahan dalam suatu peperangan. Namun, kematian Yesus adalah KEMATIAN-KURBAN, dimana Allah merelakan diriNya sendiri untuk dikorbankan demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihiNya.

Sebelum penggenapannya, dalam hukum Taurat telah menetapkan hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan "tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan" (Ibr. 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh darah dan kematian Sang Mesias. Darah yang dilambangkan sebagai nyawa ganti nyawa (konsekwensi dosa) telah digantikan oleh Anak Domba Allah yang sempurna, yaitu Yesus Kristus (Yoh. 1:29). Dari kenyataan dan pemahaman ini, maka orang percaya memandang betapa penting peristiwa Paskah bagi kehidupan manusia, oleh peristiwa Paskah manusia dimungkinkan masuk ke dalam kehidupan kekal.

Kata "tetelestai" adalah sebuah pernyataan puncak dan agung yang tertulis di Alkitab, yakni suatu peneguhan tonggak sejarah dalah kehidupan manusia bahwa MISI yang diemban-Nya telah tuntasss,  satu kali untuk selamanya, dampaknya terasa hingga kini. Kata pernyataan ini juga menyatakan sebuah babak baru kepada seluruh umat manusia yang mengimani karya-Nya untuk masuk kedalam suatu rekonsiliasi, persekutuan yang indah antara Allah sebagai Bapa dan manusia sebagai anak-anak-Nya, dan kehidupan yang kekal yang dianugerahkan sepada setiap orang yang beriman kepada Kristus (Yoh. 14:1-6). Dalam suasana Paskah ini, saya mengajak Anda untuk PASTIKAN BAHWA MASALAH ANDA TELAH DIATASI SECARA TUNTAS oleh Kristus dengan cara: percaya pada karya Kristus yang menyelesaikan masalah Anda, mengatasi (mengakui)masalah/dosa yang masih ada sampai hari ini, sebab sesungguhnya hal itu telah diatasi sehingga tidak perlu menyimpannya seolah-olah hal itu belum selesai, dan Hiduplah di dalam Kasih Allah untuk menunjukan kasih Anda kepada Kristus, yaitu berkorban bagi Dia, sebab jika Anda mengaku percaya dan mengasihi Yesus, maka perlu adanya tindakkan nyata dalam kehidupan sehari. Jika tidak melakukan tiga hal ini, maka sudah tentu bahwa Anda sedang ada dalam kelompok orang pertama yang memandang Yesus ketika sedang tergantung di atas kayu salib dengan membenci, atau kelompok  kedua yang memandang-Nya dengan apatis. Sebab kita tidak menghargai karya Kristus. Tetapi yang diharapkan adalah berdirilah di kelompok ketiga di mana memandang Yesus di kayu salib dengan penuh empati/simpati, ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus. Ingat! Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Kor. 6:20). Apakah Anda sudah pastikan? Sekarang apa yang Anda simpan? Apa balasan Anda???  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar