SALING MENGASIHI
Oleh:
Ev. Lenis Kogoya.
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah
mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti
perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah
Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. .... Inilah perintah-Ku, yaitu supaya
kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.Tidak ada kasih yang
lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk
sahabat-sahabatnya. .... Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan
yang lain." (Yoh.15:9-17).
Allah adalah kasih adanya. Dan karena itu Allah
mengasihi dunia dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal sebagai wujud kasih
Allah akan dunia ini. Perwujudan kasih Allah itu dengan sukarela tanpa dipaksa
olehunsur apapun. Allah menyatakan kasih-Nya dengan inisiatif-Nya sendiri dan
bukan karena kebaikan dan kelayakan manusia. Dan itulah yang disebut anugerah
atau kasih karunia. Jadi kasih Allah tidak berdasar pada manusia, melainkan
tanpa pamrih Allah menyatakan kasih-Nya melalui Putra-Nya.
Melalui semuanya ini, Allah mengajarkan kepada
setiap orang percaya untuk mewujudkan kasih Allah melalui kehidupan
sehari-hari. Jadi sebagaimana Allah mengasihi Anak-Nya, manusia hendaknya
saling mengasihi. Saling mengasihi di antara sesama sebagai seorang percaya,
tetapi mengasihi orang yang belum mengenal kasih Allah, termasuk musuh atau
orang yang bersalah kepada kita. Kasih Allah tidak pernah membeda-bedakan
dengan semua perbedaan yang ada. Standart dan ukuran yang harus dipakai manusia untuk mengasihi orang lain adalah
sebagaimana dilakukan Allah, yaitu mengasihi dan menerima manusia apa adanya
dan bagaimanapun.
Karena itu, dari bacaan ini dapat terlihat
beberapa prinsip yang merupakan langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh
kita semua yaitu: pertama, Allah mengasihi Anak-Nya. Kedua, Anak Allah
mengasihi manusia. Ketiga, anak-anak Allah saling mengasihi. Langkah-langkah
dan proses ini harus dilakukan oleh setiap orang percaya secara sadar dengan
ukuran kasih Allah. Kasih yang bukan berpura-pura dan menuntut balasan,
melainkan saling mengasihi tanpa menuntut balasan dengan mengikuti prinsip dan
langkah-langkah di atas. Jika demikian, maka dunia akan mengenal kasih Bapa itu
melalui umat-Nya.
Jadi saudaraku yang dikasihi Tuhan, Allah
menghendaki agar dunia diselamatkan melalui kehidupan dan kesaksian umat Tuhan,
sehingga diizinkan untuk hidup di bumi. Kita dipilih dan diselamatkan secara
cuma-cuma, sehingga kitapun diminta untuk menyelamatkan orang berdosa secara
cuma-cuma. Status Anda hari ini bukan lagi hamba atau pelayan, melainkan
sahabat Kristus, maka Anda akan melakukan tugas yang dikerjakan Yesus. Anda
mempunyai tugas yang mulia, yaitu tugas yang diterima langsung dari Bapa
sorgawi.
Karena itu saudaraku yang terkasih, di manakah
Tuhan memberi Anda kesempatan? Kapan Anda mau bersaksi? Dengan apa kesaksian
Anda akan menjadi efektif? Kepada siapakah harus Anda bersaksi? Apakah Anda
merasa penting akan tugas dan kesempatan ini? Caranya bagaimana?
INGATTTT! Bukan kita yang memilih Dia dan bukan
kita yang mencari Dia, melainkan Dia yang lebih dahulu melakukannya. Jika
demikian, apakah balasanmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar