Rabu, 17 April 2013

Renungan


SALING MENGASIHI 

Oleh: Ev. Lenis Kogoya.

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. .... Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. .... Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."  (Yoh.15:9-17).

Allah adalah kasih adanya. Dan karena itu Allah mengasihi dunia dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal sebagai wujud kasih Allah akan dunia ini. Perwujudan kasih Allah itu dengan sukarela tanpa dipaksa olehunsur apapun. Allah menyatakan kasih-Nya dengan inisiatif-Nya sendiri dan bukan karena kebaikan dan kelayakan manusia. Dan itulah yang disebut anugerah atau kasih karunia. Jadi kasih Allah tidak berdasar pada manusia, melainkan tanpa pamrih Allah menyatakan kasih-Nya melalui Putra-Nya.

Melalui semuanya ini, Allah mengajarkan kepada setiap orang percaya untuk mewujudkan kasih Allah melalui kehidupan sehari-hari. Jadi sebagaimana Allah mengasihi Anak-Nya, manusia hendaknya saling mengasihi. Saling mengasihi di antara sesama sebagai seorang percaya, tetapi mengasihi orang yang belum mengenal kasih Allah, termasuk musuh atau orang yang bersalah kepada kita. Kasih Allah tidak pernah membeda-bedakan dengan semua perbedaan yang ada. Standart dan ukuran yang harus dipakai  manusia untuk mengasihi orang lain adalah sebagaimana dilakukan Allah, yaitu mengasihi dan menerima manusia apa adanya dan bagaimanapun.

Karena itu, dari bacaan ini dapat terlihat beberapa prinsip yang merupakan langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh kita semua yaitu: pertama, Allah mengasihi Anak-Nya. Kedua, Anak Allah mengasihi manusia. Ketiga, anak-anak Allah saling mengasihi. Langkah-langkah dan proses ini harus dilakukan oleh setiap orang percaya secara sadar dengan ukuran kasih Allah. Kasih yang bukan berpura-pura dan menuntut balasan, melainkan saling mengasihi tanpa menuntut balasan dengan mengikuti prinsip dan langkah-langkah di atas. Jika demikian, maka dunia akan mengenal kasih Bapa itu melalui umat-Nya.   

Jadi saudaraku yang dikasihi Tuhan, Allah menghendaki agar dunia diselamatkan melalui kehidupan dan kesaksian umat Tuhan, sehingga diizinkan untuk hidup di bumi. Kita dipilih dan diselamatkan secara cuma-cuma, sehingga kitapun diminta untuk menyelamatkan orang berdosa secara cuma-cuma. Status Anda hari ini bukan lagi hamba atau pelayan, melainkan sahabat Kristus, maka Anda akan melakukan tugas yang dikerjakan Yesus. Anda mempunyai tugas yang mulia, yaitu tugas yang diterima langsung dari Bapa sorgawi. 

Karena itu saudaraku yang terkasih, di manakah Tuhan memberi Anda kesempatan? Kapan Anda mau bersaksi? Dengan apa kesaksian Anda akan menjadi efektif? Kepada siapakah harus Anda bersaksi? Apakah Anda merasa penting akan tugas dan kesempatan ini? Caranya bagaimana? 

INGATTTT! Bukan kita yang memilih Dia dan bukan kita yang mencari Dia, melainkan Dia yang lebih dahulu melakukannya. Jika demikian, apakah balasanmu?   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar