Rabu, 17 April 2013

Renungan


SALING MENGASIHI 

Oleh: Ev. Lenis Kogoya.

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. .... Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. .... Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."  (Yoh.15:9-17).

Allah adalah kasih adanya. Dan karena itu Allah mengasihi dunia dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal sebagai wujud kasih Allah akan dunia ini. Perwujudan kasih Allah itu dengan sukarela tanpa dipaksa olehunsur apapun. Allah menyatakan kasih-Nya dengan inisiatif-Nya sendiri dan bukan karena kebaikan dan kelayakan manusia. Dan itulah yang disebut anugerah atau kasih karunia. Jadi kasih Allah tidak berdasar pada manusia, melainkan tanpa pamrih Allah menyatakan kasih-Nya melalui Putra-Nya.

Melalui semuanya ini, Allah mengajarkan kepada setiap orang percaya untuk mewujudkan kasih Allah melalui kehidupan sehari-hari. Jadi sebagaimana Allah mengasihi Anak-Nya, manusia hendaknya saling mengasihi. Saling mengasihi di antara sesama sebagai seorang percaya, tetapi mengasihi orang yang belum mengenal kasih Allah, termasuk musuh atau orang yang bersalah kepada kita. Kasih Allah tidak pernah membeda-bedakan dengan semua perbedaan yang ada. Standart dan ukuran yang harus dipakai  manusia untuk mengasihi orang lain adalah sebagaimana dilakukan Allah, yaitu mengasihi dan menerima manusia apa adanya dan bagaimanapun.

Karena itu, dari bacaan ini dapat terlihat beberapa prinsip yang merupakan langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh kita semua yaitu: pertama, Allah mengasihi Anak-Nya. Kedua, Anak Allah mengasihi manusia. Ketiga, anak-anak Allah saling mengasihi. Langkah-langkah dan proses ini harus dilakukan oleh setiap orang percaya secara sadar dengan ukuran kasih Allah. Kasih yang bukan berpura-pura dan menuntut balasan, melainkan saling mengasihi tanpa menuntut balasan dengan mengikuti prinsip dan langkah-langkah di atas. Jika demikian, maka dunia akan mengenal kasih Bapa itu melalui umat-Nya.   

Jadi saudaraku yang dikasihi Tuhan, Allah menghendaki agar dunia diselamatkan melalui kehidupan dan kesaksian umat Tuhan, sehingga diizinkan untuk hidup di bumi. Kita dipilih dan diselamatkan secara cuma-cuma, sehingga kitapun diminta untuk menyelamatkan orang berdosa secara cuma-cuma. Status Anda hari ini bukan lagi hamba atau pelayan, melainkan sahabat Kristus, maka Anda akan melakukan tugas yang dikerjakan Yesus. Anda mempunyai tugas yang mulia, yaitu tugas yang diterima langsung dari Bapa sorgawi. 

Karena itu saudaraku yang terkasih, di manakah Tuhan memberi Anda kesempatan? Kapan Anda mau bersaksi? Dengan apa kesaksian Anda akan menjadi efektif? Kepada siapakah harus Anda bersaksi? Apakah Anda merasa penting akan tugas dan kesempatan ini? Caranya bagaimana? 

INGATTTT! Bukan kita yang memilih Dia dan bukan kita yang mencari Dia, melainkan Dia yang lebih dahulu melakukannya. Jika demikian, apakah balasanmu?   

INJIL KESELAMATAN


INJIL KESELAMATAN  

Oleh: Ev. Lenis Kogoya
“….  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum… Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya." (Mrk. 16:15-16, 19-20).

Segala sesuatu yang ada di bumi ini baik adanya, bahkan segala pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan sekarang ini sesungguhnya sangat baik jika dilakukan untuk mendatangkan kebaikan dan keunutungan baik bagi kehidupan masa sekarang maupun yang akan datang di dalam dunia ini.  Sebab tidak ada sesuatu yang tidak berasal dari Dia, segala sesuatu berasal daripada-Nya  (Rm. 11:36; bnd. Ul. 32:39). Dan Ia menghendaki agar semuanya itu dinikmati, dilakukan dan diperjuangkan oleh umat manusia. Namun menjadi persoalan adalah jika dinikmatinya tanpa mengetahui siapa sumbernya, dan tanpa mengenal Dia sebagai satu-satunya penyelamat dunia. Sebab akan menjadi sia-sia belaka jika semuanya itu diperjuangkan dan dinikmati tanpa mengenal dan melibatkan Allah di dalam Yesus Kristus (lih: Yak. 4:13-15; bnd. Pkh. 1).  

Sesuatu yang paling penting dan bernilai kekal di dalam dunia ini adalah Yesus Kristus. Karena itu setiap orang hendaknya percaya dan menerima Dia sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat hidupnya, sehingga memastikan posisinya yang bernilai kekal sejak dini. Tidak ada sesuatu yang dapat menyebabkan dirinya menjadi pribadi yang bernilai dan berdampak kekal jika hidupnya berada di luar Kristus. Sebab di dalam kolom langit ini hanya Dia (Kis. 12:4), yang melalui-Nya manusia diselamatkan dan mendapat pengampunan doa. Hanya Dia satu-satunya jalan keselamatan penyelamatan manusia, yang disediakan Allah, yang sesuangguhnya telah menjadi rahasia Allah bagi generasi dahulu, yang disingkapkan bagi generasi sekarang (Ef. 3:7-12).[1] Misteri itu adalah Yesus Kristus dan karya penyelamatan, yang melaluinya manusia memperoleh pengampunan dosa. Karena itu setiap orang akan diselamatkan jika percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat atas hidupnya.

Ingat saudaraku, karya penyelamatan Allah itu bersifat universal, yakni karya penyelamatan bagi banyak orang , namun akan menjadi rill dan personal ketika percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia (bnd. Yoh. 3:16). Denyut hati Allah yang sesungguhnya adalah Kabar Pengampunan Dosa harus didengarkan kepada setiap telinga, agar mendengar dan membuat respon oleh setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang percaya dipercayakan membawa dan melakukan tugas agung ini kepada setiap orang, yakni setiap suku, etnis, kelompok, tempat, daerah, wilayah, pulau, negara sampai ke ujung bumi atau ke setiap telinga yang belum mendengar. Berita Injil Keselamatan dan penghukuman dunia harus disampaikan sebelum tiba waktunya.

Celaka jika berita itu tidak disampaikan dan menyebabkan orang mendapat penghukuman Allah. Jadi tidak ada alasan yang menyebabkan setiap orang percaya untuk tidak memberitakan kabar keselamatan. Setiap orang harus mendengar kabar ini sebelum tiba saatnya. Namun beberapa LANGKAH PENTING untuk direnungkan, yaitu: bagimana orang mendengar kalau tidak ada yang memberitakannya?, bagaimana orang mau memberitakan kalau tidak ada yang  bersedia dan mau pergi? Bagaimana mau pergi kalau tidak ada yang menutus? Bagaimana mengutus orang kalau tidak ada program dan tidak sarana pendukung? Bagaimana berita keselamatan didengarkan dan setiap orang membuat keputusan kalau tidak ada yang beroda?. Jadi pertanyaan penting di sini adalah “bagaimana orang mendegar kalau tidak ada yang memberitakannya?,”  sebab iman itu timbul dari pendengaran ( Rm 10:17).


[1] Misteri bagi generasi lama adalah orang Yahudi, tetapi telah disingkapkan bagi gereja, yakni Injil Keselamatan atau karya pengampunan dosa.

MENJADI PEMENANG


MENJADI PEMENANG

Oleh: Bpk Gembala.
“….  Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?  Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,  yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." (Luk. 24:5-7).

Kristus diserahkan kepada orang berdosa demi penyelesaian persoalan manusia pada hari Jumaat. Dan hari Sabtu menurut kalender Kristen merupakan hari Sabat bagi orang Yahudi. Sedangkan hari Minggu menurut kalender orang Kristen merupakan hari pertama setelah Sabat menurut kalender Yahudi, yang ketika itu jatuh sebagai hari raya paskah orang Yahudi (peringatan kisah paskah yang merupakan tulah ke sepuluh di Mesir). 

Suasana hari Sabat dan hari Sabtu itu sangat mencekam dan sangat tegang, sebab baru saja terjadi suatu peristiwa yang sangat sadis dan menghebohkan ketika seorang yang tidak kedapatan sedikitpun kesalahan telah dijadikan “tersangka”. Kemudian tersangkah tersebut divonis hukuman mati, dan penderitaan dan kematian-Nya sangat mengerihkan, yaitu mencucurkan darah dengan robekan tubuh di seluruh tubuh-Nya. Secara khusus, para murid mengalami ketakutan dan goncangan secara psikologi yang luar biasa, sebab orang yang dijunjung dan menjadi sosok sebagai rabi yang luar biasa itu ditangkap dan dibunuh dengan sangat menakutkan. Karena itu, para murid itu sembunyi dan tinggal di dalam sebuah rumah. Tetapi kelompok para mahkamah agama dan para serdadu Romawi yang merupakan tangan panjang Setan itu sangat senang dan bersorak-sorai, karena orang yang mengganggu mereka telah mati.

Situasi yang dirasakan baik oleh para Murid Tuhan Yesus maupun oleh para tangan panjang Setan serta banyak orang yang menyaksikan itu wajar dan lumrah, sebab menurut hukum manusia bahwa orang yang mati tidak mungkin bangkit atau hidup kembali. Dan hal itu peristiwa biasa.

Namun ada sebuah kabar pada hari pertama menurut Kalender orang Yahudi yang merupakan hari Minggu bagi orang Kristen, yang kebetulan jatuh tempo hari Paskah, bahwa kubur Yesus itu kosong. Kabar tersebut menjadi heboh kedua setelah peristiwa heboh tentang kematian itu, dan tidak hanya heboh melainkan menjadi peristiwa LUAR BIASA, sebab bertentangan dengan hukum manusia. Peristiwa LUAR BIASA bukan hanya kubur kosong, melainkan juga karena IA BANGKIT. Peristiwa agung dan fakta itu dipandang dengan penuh kecemasan oleh tangan panjang Setan, tetapi dengan penuh pertanyaan dan kebingungan oleh para Murid Tuhan Yesus. Oleh karena itu, para murid berusaha memastikan peristiwa dan fakta agung itu, sedangkan para mahkamah agama dan serdadu Romawi berusaha menghingkan fakta tersebut dengan berbagai usaha. Namun fakta itu bukan dikerjakan oleh manusia, tetapi oleh Allah untuk menunjukkan bahwa Kristus adalah Allah dan menunjukkan kemenangan-Nya atas kuasa maut melalui kebangkitan-Nya. Dan peristiwa agung itu terjadi sesuai Kitab Suci, sehingga mustahil untuk menghilangkan fakta agung ini.

Akhirnya Iblis dan para pengikutnya bersorak-sorai hanya sementara saja dan kesenangan itu merupakan kemenangan semu. Sebab akhirnya terjadi kemenangan sejati, yakni Kristus bangkit dan mengalahkan musuh-Nya. Kemenangan itu terjadi tepat pada hari PASKAH dan merupakan hari Minggu pagi, yang merupakan hari kemenangan bagi setiap orang percaya. Jadi setiap orang yang percaya pada fakta agung ini adalah pemenang sebab telah menang bersama Yesus dan mengalahkan kuasa maut. Karena itu hari ini Anda orang menang, dan dijadikan pemenang. Jadi harus memiliki mentalotas pemenang dan selalu harus menang dari semua persoalan. Apakah Anda yakin bahwa Anda orang menang dan pemenang?

Kamis, 02 Februari 2012

Gereja Papua Minta SBY Intensifkan Dialog Lintas Unsur


Tribunnews.com - Rabu, 1 Februari 2012 18:35 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perwakilan Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP), termasuk Gereja Katolik, bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyonodi Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Adapun PGGP yang bertemu dengan SBY, Pdt Lipiyus Biniluk, Rm Neles Tebay, Pr, Pdt Jan Pieth Wambraw, Pdt Isai Doom, S.Th, Pdt Ronaldly Rionaldo Waromi, S.Th, Pdt Theopilus Maupa, Pdt Daniel Sukan, S.Th, Pdt J Willem Yance Maury, S.Th, Pdt Dorman Wandikbo, Pdt Obednego Mauri. Hadir juga, Ev. Mathias Sarwa, Pdt Yulianus Worabay, Maurits Rumbekwan.
Dalam kesempatan ini, seperti diutarakan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, perwakilan PGGP mengungkapkan keinginan mewujudkan Papua damai kedepan, dengan mengintensifkan dialog diantara berbagai unsur.
“Mereka ingin dialog mencari apa persoalanya dengan berbagai pihak. Mereka sebut ada 9 komponen bisa terus menerus diajak berdialog. Misalnya orang asli Papua, Gereja, Kepala Daerah, MRP, unsur adat,” jelas Gamawan, di Kompleks Istana Merdeka Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Menurut PGGP, komponen-komponen ini bisa diajak berdialog agar akhirnya tidak ada lagi masalah-masalah yang secara psikologis dan yang menghambat terjadi kedepannya di Papua.
Atas hal itu, ungkap Mendagri, SBY menyambut baik dan akan terus berdialog dengan berbagai unsur untuk kemajuan, mewujudkan Papua damai sekaligus bagaimana mensejahterahkan masyarakat Papua.
“Beliau (SBY-red) memberi petunjuk agar segera diwujudkan, diupayakan agar semua harganya lebih murah dibandingkan sekarang. Misalkan semen. Sekarang sedang dibuat kajian bagaimana membuat pabrik semen, kapal segera dibeli untuk memperlancar transportasi agar transport tidak mahal. Jadi ada quicks win yang harus diwujudkan dalam waktu dekat ini di Papua.,” ujar Gamawan.
Disamping itu, imbuhnya, dialog-dialog, akan terus dikembangan dengan berbagai unsur. Di bawah Wapres, pemerintah akan seluas-luasnya membuka dialog. “Beliau (SBY-red) menugaskan Wapres untuk memujudkan,” ucapnya.
Gamawan melanjutkan untuk membangun infrastruktur, pelabuhan, pabrik-pabrik yang dibutuhkan agar bisa menekan harga-harga menjadi rendah, BUMN akan turun mempercepat pembangunan di Papua.
Karena itu, menurut Gamawan, ada dana-dana yang diperjuangkan segera di DPR untuk memperlancar transportasi, pendidikan, tersedianya pelayanan kesehatan yang lebih luas yang bisa mensejahterahkan rakyat Papua.
Sebelumnya, seperti dikatakan Rektor Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur Neles Tebay di Tangerang, Rabu (1/2/2012), PGGP akan menyampaikan dan membicarakan berbagai hal terkait dialog perdamaian di Papua dengan SBY.
Menurut Neles yang juga Koordinator Jaringan Damai Papua di Papua, dialog perdamaian dengan sikap saling terbuka dan memahami dari masyarakat Papua dan Pemerintah Indonesia sangat penting. "Dialog Perdamaian menjadi kunci. Jika tidak, Papua akan terus-menerus seperti ini dan rakyat yang akan terus menderita," tuturnya.
Dalam dialog damai, lanjut Neles, ada sembilan aktor di yang harus terlibat dan berdialog secara terbuka, jujur, dan saling menghargai. Kesembilan aktor itu adalah orang asli Papua, orang luar Papua di Papua, polisi, tentara, pemerintah daerah, pemerintah pusat, perusahaan-perusahaan eksploitasi sumber daya alam, Organisasi Papua Merdeka serta Tentara Papua Merdeka, dan orang Papua di luar negeri.
Melalui dialog, lanjut Neles, diharapkan Papua menjadi tanah Papua yang damai dan jauh dari aksi kekerasan. Pembangunan di Papua pun dapat dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan konsisten, siapa pun pemimpinnya.
Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Minggu, 22 Januari 2012

KAUM MINORITAS VERSUS MAYORITAS

Tirani Minoritas Kristen Terhadap Mayoritas Islam

Drs. H. Abu Deedat Syihab, MH (Wakil Ketua Komite Dakwah Khusus MUI Pusat)

Diawali dari peristiwa G30S/PKI tahun 1965, dimana diperkirakan agama Kristen di Indonesia mendapat tambahan 2 juta pengikut baru. Pasalnya, banyak keluarga PKI yang semula beragama Islam meski abangan, demi menyelamatkan diri dan terhimpit persoalan ekonomi, akhirnya mudah dibujuk para misionaris menjadi murtad dan berpindah menjadi Kristen. Apalag waktu itu kebencian pengikut PKI dan keluarganya terhadap golongan santri dari umat Islam sudah mendarah daging, sehingga dengan mudah mereka meninggalkan Islam dan beralih menjadi Kristen dan Katolik.

Setelah itu pihak Kristen dan Katolik gencar menyiarkan ajarannya dikalangan Kaum Muslimin Indonesia. Pada misionaris tidak segan-segan keluar masuk rumah umat Islam bahkan menyebarkan berbagai brosur Kristen di Masjid-Masjid. Maka keluarlah SK Menteri Agama Nomor 70 Tahun 1978 tentang Pedoman Penyiaran Agama. Waktu itu Pemerintah melalui Menteri Letjen TNI (Purn) H Alamsyah Ratu Perwiranegara sudah memandang bahayanya Kristenisasi yang sedang gencar-gencarnya di Indonesia bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu dikeluarkanlah SK Menteri Agama untuk mencegah terjadinya gesekan dan konflik horizontal antara Islam yang mayoritas versus Kristen minoritas.

Namun bagi pihak Kristen, keberadaan SK, PP, Peraturan Menteri, PBM atau UU tidak masalah karena mereka anggap tidak ada dan selalu dilanggarnya. Sebab pihak Kristen menolak karena bertentangan dengan ajaran agama mereka. Bagi mereka, menyebarkan agama Kristen kepada seluruh mahluk, adalah perintah suci dalam rangka menjalankan amanah Yesus, seperti tercantum dalam Injil Matius pasal 28 ayat 19 dan Injil Markus pasal 16 ayat 15, yang memerintahkan membaptis semua bangsa di dunia dan menyebarkan Injil kepada seluruh penduduk dunia.

Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan Kristolog Drs. H. Abu Deedat Syihab MH seputar Kristenisasi di Indonesia dan bagaimana dampaknya bagi perkembangan dakwah Islam dimasa mendatang.

Suara Islam: Mengapa pihak Kristen dan Liberal berusaha menentang RUU Kerukunan Umat Beragama menjadi UU?

Abu Deedat: Tujuan dibuatnya RUU KUB oleh pemerintah adalah untuk menciptakan kerukunan umat beragama. Agar supaya tidak terjadi gesekan antar umat beragama adalah dengan tidak menyebarkan agama kepada umat yang telah beragama. Sehingga diharapkan situasinya menjadi kondusif dan aman. Pemicu utama terjadinya gesekan umat beragama. Pertama, pelanggaran terhadap kode etik pernyiaran agama. SK Menteri Agama Nomor 70 tahun 1978 dimaksudkan untuk mencegah terjadinya gesekan tersebut. Kedua, pendirian rumah ibadah yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pihak Kristen dan Liberal yang minoritas selalu menetang RUU KUB, menunjukkan sesungguhnya mereka kelompok intoleran terhadap umat Islam mayoritas yang sebaliknya sangat toleran. Sebenarnya aturan itu juga bertentangan dengan konsep teologi Islam. Namun dalam rangka menciptakan kerukunan antar umat beragama, umat Islam menghormati RUU KUB dan mendorongnya menjadi UU. Jangan sekali-kali menyebarkan agama kepada orang yang sudah beragama.

Sebenarnya banyak tulisan mereka seperti Pendeta Situmorang yang menganjurkan bagaimana menangkap ikan dengan pancing dan jala. Kalau dengan pancing hanya dapat satu ikan, dengan jala akan dapat banyak ikan. Namun masalahnya, kalau memancing dan menjala ikan di kolam milik orang lain, apalagi kolam ikannya dipancingi dan dijala setiap hari, tentu yang punya kolam akan marah.

Suara Islam: Sebagai kelompok minoritas, mengapa Kristen berani berhadapan dengan umat Islam seperti dalam kasus UUPA, UU Perkawinan, UU Sisdiknas dan terakhir RUU KUB ?

Abu Deedat: Mereka berlindung atas nama HAM, yang selama ini digembar-gemborkan AS, padahal negara mereka sebagai pelanggar HAM terbesar di dunia.

Suara Islam: Apakah banyak umat Islam Indonesia yang murtad karena bujukan ekonomi dari misionaris Kristen ?

Abu Deedat: Biasanya orang Islam murtad karena faktor ekonomi dan iman, kelemahan inilah yang dimanfaatkan para misionaris. Tetapi sebaliknya di Eropa, AS dan Australia banyak gereja yang dijual karena kebenaran ajaran Kristen termasuk Kitab Sucinya sudah tidak diyakini lagi oleh mereka. Sehingga mereka menyiarkan agamanya kepada negara berkembang yang dalam kondisi lemah dan miskin terutama di Asia dan Afrika.

Seperti Indonesia dimana banyak orang miskin, maka banyak yang murtad. Apalagi para misionaris sekarang cukup berani memanfaatkan HAM sehingga mereka berani mengacak-acak Islam dengan dalih kebebasan HAM. Sekarang banyak buku menghujat Islam diterbitkan mereka, padahal ini suatu pelanggaran, tetapi mereka memanfaatkan atas nama kebebasan berekspresi dan HAM.

Suara Islam: Apakah dasar teologi Kristen lemah ?

Abu Deedat: Sangat lemah sekali! Konsep teologi Kristen tidak berdasarkan wahyu sebagaimana Islam, tetapi berdasarkan konvensi seperti trinitas. Kalau konsep teologi Islam berdasarkan wahyu, bukan hasil konvensi, muktamar, musyawarah atau kongres.

Misalnya, banyak ayat dalam Al Kitab yang mengajarkan radikalisme dan pornografi. Kerusakan moral di Barat dikarenakan Al Kitab sendiri mengajarkan pornografi. Sebagaimana dikatakan sosiolog Roostow, Bible jangan sampai dibaca anak kecil, lebih baik dimasukkan dalam peti besi dan kuncinya dibuang ke lautan.

Suara Islam: Bagaimana dengan 4 Injil dalam Kristen ?

Abu Deedat: Memang selama ini ada 4 Injil yang disepakati gereja, walaupun diantara keempatnya saling berbeda. Seperti dalam konsep penyaliban Yesus, antara Injil Markus dan Injil Yohanes berbeda. Kalau Injil Yohanes jam 12 belum disalib, tetapi Injil Markus jam 9 sudah disalib.

Apalagi sekarang para teolog Kristen seudiri sudah mengadakan kajian secara intensif, mereka terdiri dari 76 orang Doktor Teologia Kristen yang mengadakan seminar tentang keotentikan 5 Gospel (Injil) yang ditambah dengan Injil Thomas. Hasilnya mereka menyimpulkan 82 persen Injil tidak bersmumber dari Yesus, hanya 18 persen yang bersumber dari Yesus. Jadi sudah jelas sekali ajaran Kristen sesungguhnya bersumber bukan dari Yesus.

Suara Islam: Kalau Kristen dan Liberal mengatakan RUU KUB merupakan intervensi negara terhadap agama, bagaimana komentar anda ?

Abu Deedat: RUU KUB bukan mengatur soal agama dan teologi. Pemerintah membuat UU agar diantara umat beragama tidak terjadi gesekan di grass-roots. Bahkan di Barat juga ada UU nya. Tetapi masalahnya, kalau Kristen dalam posisi minoritas, mereka selalu berbicara tidak ada mayoritas dan minoritas. Tetapi kalau Kristen mayoritas seperti di Filipina, semua itu tidak berlaku. Itulah salah satu strategi mereka salama ini.

Suara Islam: Bagaimana perkembangan Kristen di Indonesia, berhasil atau gagal ?

Abu Deedat: Untuk menilai perkembangan Kristen di Indonesia, perlu dilihat bagaimana perkembangan gereja. Tidak ada rumah ibadah paling cepat perkembangannya seperti gereja. Jika dibandingkan Masjid, gereja lebih cepat pertumbuhannya di Indonesia.

Suara Islam: Padahal sudah ada SKB 3 Menteri dan Peraturan Bersama Menteri (PBM), mengapa gereja terus tumbuh dengan pesat tanpa mengindahkan aturan perundang-undangan yang berlaku ?

Abu Deedat: Kalau itu merupakan keputusan bersama dan disepakati para wakil majelis agama, seharusnya semua patuh dan mengikutinya. Tetapi bagi Kristen, ada atau tidak ada peraturan sama saja dianggap tidak ada. Karena mereka mempunyai keyakinan pada amanat Yesus di Matius 28 ayat 19 yang memerintahkan membaptis semua orang, itulah persoalannya. Makanya mereka menganggap peraturan pemerintah itu bertentangan dengan perintah Yesus.

Padahal sebenarnya umat Islam juga bertentangan, karena umat Islam memiliki kewajiban untuk mendakwahi umat lainnya. Tetapi demi kebersamaan, itu tidak kita lakukan. Karena itu selama mereka tetap memaksakan kehendaknya dengan menyebarkan agamanya kepada orang yang sudah memiliki agama, maka bisa terjadi konflik horizontal di masyarakat. Karena itu pemerintah perlu membuat RUU KUB, semua itu dalam rangka untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Suara Islam: Apakah Kristen merupakan agama intoleran ?

Abu Deedat: Mereka sangat tidak toleran. Kalau berbicara toleran, apakah ada di negara-negara Kristen Eropa dan AS, bisa mendirikan Masjid sebanyak-banyaknya. Sementara di Indonesia, mereka bisa mendirikan gereja sebanyak-banyaknya. Bahkan di Bekasi banyak gereja yang dibangun seperti di Perumahan Harapan Baru dimana terdapat 7 gereja sedangkan Masjidnya hanya 1. Apakah itu masih dibilang umat Islam tidak toleran ? Apakah umat Islam di Eropa dan AS diizinkan untuk mendirikan masjid sebebas-bebasnya seperti mendirikan gereja di Indonesia. Misalnya di Yunani, untuk mendirkan sebuah masjid saja perlu waktu 100 tahun untuk memperoleh ijinnya. Apakah itu merupakan bukti bahwa mereka toleran, jelas tidak !

Apakah di negara-negara Kristen Eropa dan AS, pernah memikirkan hari libur selain natal seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Kalau di Indonesia semua agama ada hari liburnya padahal mereka minoritas sedangkan kita mayoritas mutlak. Di Eropa dan AS, hari libur nasional Idul Fitri dan Idul Adha tidak mungkin terjadi.

Berbicara mengenai pemerintahandi Eropa atau AS sekalipun, apakah ada pejabat tinggi mereka yang beragama Islam. Tetapi di Indonesia walaupun Kristen minoritas, di KIB ada beberapa menteri Kristen. Itu merupakan bukti bahwa umat Islam Indonesia sangatlah toleran. Sesungguhnya merekalah yang tidak toleran. Itu namanya tirani minoritas terhadap mayoritas. Mereka hanya teriak toleransi kalau minoritas, tetapi kalau mayoritas toleransi tidak berlaku. Mereka selalu berteriak seolah-olah umat Islam tidak toleran, padahal umat Islam umat paling toleran dimuka bumi ini.

Suara Islam: Seandainya Kristen mayoritas di Indonesia, apakah pembantaian terhadap umat Islam bisa terjadi seperti di Spanyol dulu dan Filipina Selatan sekarang ini ?

Abu Deedat: Ya pasti akan terjadi ! Nasib umat Islam pasti akan sangat menderita. Tidak mungkin umat Islam akan bisa hidup dengan nyaman dan damai. Umat Islam bukannya tidak suka pada umat Kristen, tetapi yang tidak disukai adanya Kristenisasi. Kalau mereka tidak melakukan Kristenisasi, maka umat Islam bisa hidup secara berdampingan dengan damai. Kalau memancing ikan di kolam orang lain, tentu akan berhadapan dengan pemilik kolamnya.

Suara Islam: Umat Islam menghormati Nabi Isa sebagai seorang Nabi dan Rasul bukan anak Tuhan, tetapi mereka selalu menghina Nabi Muhammad SAW ?

Abu Deedat: Banyak hinaan mereka terhadap Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak hanya menghina Nabi, tetapi juga menghina Al Qur’an yang dikatakannya sebagai ayat-ayat Setan. Padahal umat Islam menganggap Nabi Isa AS sebagai Nabi umat Islam dan itu bagian dari rukun Iman.

Suara Islam: Pihak Kristen mengatakan selalu dihalang-halangi untuk mendirikan rumah ibadah. Bagaimana tanggapan anda ?

Abu Deedat: Jelas berbeda antara mendirikan rumah ibadah dengan kebebasan beragama. Kebebasan beragama dilindungi UU, sehingga tidak ada larangan orang melakukan ibadah. Jadi yang diatur adalah pendirian rumah ibadah, bukan larangan ibadah. Pendirian rumah ibadah harus sesuai dengan kebutuhan, jangan hanya ada 2 keluarga Kristen terus didirikan gereja.

Memang pendirian gereja menjadi modal paling efektif untuk perkembangan Kristen di seluruh dunia. Karena itu mereka berusaha mendirikan gereja sebanyak-banyaknya. Inilah yang menjadi salah satu metode paling efektif di dunia. Sebenarnya mereka bukan butuh rumah ibadah, sebab bisa bergabung dengan rumah ibadah yang sudah ada. Jadi sesungguhnya mereka hanya memaksakan kehendak. Dalam buku “Penginjilan dan Misi Pendirian Rumah Ibadah” yang ditulis Pendeta Nico Notoraharjo, sangatlah jelas pendirian gereja merupakan metode penginjilan paling efektif dimuka bumi ini.

Adapun yang diatur pemerintah itu bukan masalah ibadahnya, tetapi pendirian rumah ibadahnya. Kalau berdasarkan Peraturan Bersama Menteri (PBM) tahun 2006, ruko yang dipakai sementara untuk rumah ibadah hanya berlaku selama 2 tahun. Padahal sekarang banyak ruko yang tak memiliki izin sementaranya dan sudah bertahun-tahun tetap mereka gunakan sebagai gereja. Hal itu suatu pelanggaran atas PBM tahun 2006.

Maka sangatlah perlu pemerintah membuat RUU KUB agar betul-betul tercipta kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Justru disini menjadi bukti kalau umat Islam itu mendukung program pemerintah, sedangkan Kristen tidak mau mendukungnya. Berbagai peraturan yang dibuat pemerintah selalu mereka langgar. Bahkan Kristen RMS di Maluku dan OPM Papua ingin mendirikan negara sendiri yang terpisah dari NKRI. Jadi siapa sekarang yang mati-matian berusaha mempertahankan keutuhan NKRI, jelas umat Islam yang sejak dulu berjuang melawan Kolonial Kristen Belanda yang menjajah negeri ini selama 350 tahun. (Klip: Lenko)

Rabu, 18 Januari 2012

HARAPAN ITU NYATA

Ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia hidup di dalam perbudakkan dosa & penjajahan Iblis. Akibatnya kehilangan sukacita & damai, hadir ketakutan & kekuatiran, timbul sakit penyakit & kematian, kemiskinan & kebodohan berkembang dsb. Hal itu menjadi masalah manusia yg cukup besar, sehingga ada keinginan untuk keluar dari segudang persoalan tersebut. Untuk menjawab persoalan tersebut, manusia mendirikan berbagai macam agama & kepercayaan atau sekte, namuntak satupun agama dan keyakinan yg mampu menjawab masalah manusia tersebut, justru ujung-ujungnya hanya menuju kpd kebinasaan.

Kemustahilan dan kesia-siaan usaha manusia itu dilihat oleh Allah dari tempat yang mahakudus. Kemudian merelahkan diriNya untuk datang ke bumi. Melalui kehadiran PUTRA NATAL itu dapat menjawab masalah manusia secara tuntas. Harapan manusia untuk bebas dari berbagai masalah itu diselesaikan ketika Kristus hadir di bumi dan ketika mati dan bangkit sebagai wujud kasih Allah itu.

Allah hadir di bumi melalui PUTRA NATAL untuk menerangi kegelapan dunia, Dia memikul segala macam kelemahan & dosa manusia, kemudin diselesaikan secara TUNTAS di kayu salib. Setelah itu Ia menyediakan KESELAMATAN secara gratis bagi setiap orng yg mau percaya kpdNya. Ingat saudaraku, keselamatan itu akan menjadi rill dlm hidup kita ketika PERCAYA kepadaNya. Sukacita natal itu akan dinikmati oleh setiap org percaya yang TELAH PERSIAPKAN hati dari segala bentuk penindasan / perbudakannya.

Saudaraku yang terkasih di dalam Kristus Yesus, jangan sia-siakan atau lewatkan sukacita dan berkat di bulan natal ini. Percayalah kepada Sang PUTRA NATAL itu, PERBAHARUILAH hubungan Anda dengan Allah, NANTIKAN & NIKMATILAH berkat-berkatNya, JAUHKANLAH segala hal yg menghambat berkat itu. Sebab sesungguhnya HARAPAN ITU SUDAH NYATA.

AKHIRNYA SAYA MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL 25 DESEMBER 2011. KIRANYA SEMANGAT & SUKACITA NATAL MENJADI BAGIAN DALAM HIDUP ANDA. DOA SAYA MENYERTAI ANDA SEKALIAN (semua pengunjung FB) INI UNTUK MENIKMATI BERKAT-BERKAT SORGAWI.

PADA KESEMPATAN INI JUGA SAYA MENYAMPAIKAN PERMOHONANA MAAF YANG SEJUJURNYA DARI HATI KAMI KEPADA SEMUA PENGUNJUNG FB INI, APABILA TULISAN & KOMENTAR SAYA MENYINGGUNG PERASAAN & HATI ANDA. TETAPI JUGA MELALUI PELAYANAN DAN KEHADIRAN KAMI YANG TIDAK MENJADI BERKAT SELAMA SATU TAHUN INI, BAIK MELALUI MIMBAR, PERTEMUAN2, DISKUSI MAMUPUN DALAM BERORGANISASI. AKHIRNYA KAMI SAMPAIKAN SYALOM. (Kami yg menyampaikan:Keluarga Ev. Lenis Kogoya di Yogyakarta).

Selasa, 03 Januari 2012

SPIRIT UNTUK TAHUN BARU


Kita menghadapi banyak kesukaran, persoalan, tantangan dan pilihan-pilihan hidup yang tidak mengenakan. Kita juga mengalami berbagai kesuksesan, kemenangan, kenikmatan hidup di tahun 2011. Karena itu kita perlu bersyukur kepada Tuhan sebab kita dapat melewati tahun 2011 dengan pertolongan Tuhan. Dia telah memberkati, menyertai serta memimpin kita di sepanjang tahun yang baru saja kita lewati.

Demikianlah Ia akan memberkati, menyertai bahkan memimpin kita di tahun 2012 ini. Karena itu kita tidak perlu cemas dan takut. Sekalipun ada banyak hal yang belum kita ketahui, namun tetaplah percaya dan bersandar hanya pada Tuhan saja. Jadikan Tuhan Yesus sebagai sumber pengharapan kita, maka setiap kita tidak akan dikecewakan.

Oleh karena itu, yang terpenting dalam hidup ini adalah membangun hubungan kita dengan Tuhan. Jika hubungan Anda dengan Tuhan jauh di tahun 2011, maka mendekatlah kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus senantiasa menantikan kita untuk kembali dan bersekutu dengan Dia. Ingat, Tuhan tidak pernah memperhitungkan seberapa besar besar kehancuran dan dosa kita, melainkan sebagai Bapa yang baik selalu menanti sejauhmana niat dan kesadaran anak-Nya untuk berbalik kembali kepada-Nya. Kasih Bapa selalu terbuka lebar bagi barangsiapa yang mau kembali kepada pangkuan Bapa Sorgawi.

Karena itu hendaknya kita sadar bahwa kehidupan kita ini milik Tuhan dan kita hidup hanya karena anugerah saja. Maka dalam hidup ini senantiasa kita memberikan yang terbaik Tuhan dan hidup hanya untuk melayani Dia. Jangan pernah lelah bekerja bagi Tuhan, sebab Tuhan menyediakan upah yang layak bagi hamba-Nya yang setia.

Jadi saudaraku yang dikasihi Yesus, kita perlu merenungkan betapa besar kasih setia Tuhan yang kita alami di tahun 2011, yaitu kasih-Nya yang tak pernah berubah itu. Dan marilah menjalani tahun yang baru ini dengan penuh sukacita dan dengan penuh kemuliaan. Percayalah akan janji penyertaan Tuhan dan jalanilah dengan penuh pengharapan sebab Tuhan itu sungguh baik dan kasih setia-Nya kekal untuk selam-lamanya. Imanuel.