“… you shall be My witnesses both…."
(Acts 1:-6-8)
Pernyataan Tuhan Yesus yang agung ini merupakan jawaban atas sebuah pertanyaan yang merupakan salah satu hal yang mendorong para dua belas murid di dalam mengikuti dan melayani Dia selama 3 stengah tahun di bumi. Dua belas murid Yesus yang berlatar belakang orang Israel ini merinduhkan kehadiran mesias untuk memerdekakan Israel dari jajahan dan belenggu bangsa lain, terutama pemerintahan romawi untuk keluar sebagai sebuah bangsa. Karena itu para murid ini bertanya kepada Yesus bahwa, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel” (Acts 1:6). Jawaban Tuhan Yesus sangat tegas, yaitu kemerdekaan secara fisik itu bukan tujuan kedatangan meskipun dampak kemerdekaan rohani akan ke situ, juga kemerdekaan secara bangsa dan secara materi ( kemerdekaan harta) tanpa kemerdekaan rohani bukan harapan Tuhan Yesus meskipun hal itu merupakan dampak dari pemulihan rohani.
Yang Tuhan Yesus rindukan adalah terlebih dahulu memerdekan atau memulihkan orang secara spiritual dengan cara menjadi saksi, sehingga setiap orang merasakan pemulihan rohani juga dengan sendirinya merasakan pemulihan secara materi atau kemerdekaan sebuah bangsa. Masalah pemulihan fisik dan materi itu merupakan hak dan kedaulatan Bapa di sorga menurut kehendak dan kuasaNya dan tujuannya adalah hanya untuk kemuliaan namaNya.
Amanat tentang “menjadi saksi Kristus” ini merupakan kata-kata wasiat dari sang Juruselamat, yaitu sesaat atau detik-detik sebelum Ia terangkat ke sorga. Artinya pesan ini memiliki kuasa dan makna berganda bagi kehidupan semua manusia di dunia, tetapi hanya bagi mereka yang mau menerima dan mengakui Dia sebagai junjungan hdupnya. Setiap orang yang menerima kuasa ini, harus menjadi saksi Kristus dengan menaklukan semua kepentingan dan motivasi yang hanya mencari kekuasaan dan kemuliaan dirinya. Mandate ini tidak bisa dilaksanakan hanya sebagai tugas dan rutinitas semata, melainkan harus diterima dengan penuh penghayatan dan dijiwai di dalam kehidupan nyata sebagai suatu kewajiban.
Sang pemberi amanat membenci dan mengutuk barangsiapa yang hanya menjadikan pernyataan “menjadi saksiKu” ini sebagai topeng di dalam seluruh kehidupan dan pelayanannya, tidak lain yaitu hanya dengan motivasi yang tidak murni dan hanya untuk mencari keuntungan atau memperkaya diri semata. Motivasi melayani Tuhan dan cara menjadi saksi Kristus harus dengan cara yang benar dan hanya untuk kemuliaan nama Allah, dan jiwa-jiwa yang dating kepada Tuhan, umat Tuhan yang giat berdoa, mengutus para penginjil, gereja berdiri di mana, banyak orang yang memiliki kepastian yang jelas di dalam Tuhan yang akan diangkat oleh Kristus kelak.
Hendaknya gereja Tuhan harus menghindari motivasi – motivasi yang semu atau sementara seperti para murid di atas. Hendaknya jemaat Tuhan harus menghindari semua program dan visi yang sesungguhnya bukan visi dari Allah, tetapi sesungguhnya program-program di dalam terselubung kepentingan dan hanya kemuliaan dirinya, dengan hanya menggunakan stegmen-stegmen dan slogan-slogan yang sebenarnya HANYA MENGALKITABKAN bahasa. Hal ini tidak lain, hanya ingin memperkosa Alkitab dengan menarik perhatian jemaat.
Oleh karena itu, dipesankan kepada semua jemaat, generasi gereja, para pemimpin gereja, para kader dan kepada mitra gereja lain bahwa JADILAH SAKSI KRISTUS YANG MENGHASILKAN BUAH, LAYANILAH SEORANG AKAN YANG LAIN DENGAN KASIH ALLAH, HINDARILAH MUATAN-MUATAN KEPENTINGAN DI DALAM BERBAGAI PROGRAM DAN NANTIKANLAH SANG PEMEBERI MANDAT UNTUK MEMPERTANGGUNG JAWABKAN KEWAJIBAN KITA KEPADA-NYA KELAK.
By: Ev. Lenis Kogoya
Menjadi Saksi Kristus bagi Orang Percaja Harga Mati Melayani, Meginjili, membawa jiwa-jiwa baru kepada Allah.. wa,,wa.. "God Bless You"
BalasHapus