Rabu, 17 Agustus 2011

HAKIM ATAS PEMIMPIN DUNIA

Adakah kesadaran pada para pemimpin bangsa kita bahwa mereka adalah hamba Tuhan? Bahwa mereka akan dihakimi Allah tentang sikap dan cara kerja mereka? Rupanya sebagaian besar tidak menyadari atau tidak memahami akan hal itu. Krisis kepemimpinan melanda di Indonesia mulai dari kalangan eksekutif, legislatif, bahkan di kalangan yudikatif. Tipe para pemimpin kita saat ini adalah jalan-jalan tapi katanya studi banding, korupsi tapi katanya uang lelah, jegal-menjegal tapi katanya ungkapan wibawa atau bahasa politik, pembiaran masalah tapi katanya mencari ide. Hal ini bukan lagi menggejala tetapi sudah membudaya di negeri ini. Oleh karena itu sebagaian besar masyarakat Indonesia, termasuk orang Kristen dan gereja Tuhan jadi tawar hati, marah dan tidak perduli.

Kita harus konsisten bertindak benar di area public. Ini saja tidak cukup. Perlu ada keberanian dan kerendahan hati menyuarakan beberapa hal penting seperti yang dipaparkan oleh pe-Mazmur di dalam pasal 82 ini, yakni:

Pertama, ditegaskan di sini bahwa posisi pemimpin adalah suatu kehormatan besar. Allah yang menetapkan mereka meskipun prosesnya adalah melalui pemilihan rakyat (ayat 6, bnd Rm. 13:1). Karena itu para pemimpin harus bertindk terhormat sebagai wakil Allah di tengah-tengah umat manusia sebagai ciptaan Allah.

Kedua, Allah sedang mengevaluasi (ayat 5) dan akan menghakimi. Dampak evaluasi Allah atas para pemimpin bias terjadi kini, bias juga fatal kelak (ayat 7).

Ketiga, Allah adalah hakim yang adil. Ia memiliki standart penugasan dan standart evaluasi yang jelas dan tegas. Allah tidak akan membiarkan pemimpin yang mengorbankan orang kecil atau rakyat biasa. Ia mau agar ada upaya pemerataan dan penyetaraan ke semua kelompok, kalangan dan golongan tanpa membeda-bedakan (ayat 3, 4). Dan karena Ia adil, maka Ia sendiri yang akan menentukan bagaimana sesungguhnya kondisi factual seorang pemimpin (ayat 5).

Gereja Tuhan harus mengambil sikap dan berada di posisi sebagai pemberi solusi dan pengarah bagi semua pemimpin, kemudian memberikan pembinaan tentang prinsip-prinsip penting ini. Gereja melepaskan diri dan terlepas dari semua kepentingan dan dorongan, bahkan mengalahkan semua motivasi-motivasi yang mengganggu itegritas dirinya sebagai institusi ilahi di bumi ini. Gereja Tuhan perlu ada kesadaran akan fungsinya dan perlu ada sikap ketundukan kepada sang komandanNya, yakni Yesus Kritus sebagai pemimpin yang agung dan hakim yang adil.

Sebentar lagi kita akan mengikuti pemilihan umum kepala daerah (pemilukada). Kita harus memilih sebisa mungkin pemimpin yang mendekati kriteria ini, pemimpin yang mau sadar akan arti seorang pemimpin, pemimpin yang siap dievaluasi dan pemimpin yang mau membela kepentingan masyarakat dan rakyat yang lemah tanpa mementingkan kelompok dan golongan, dan atau kepentingan diri sendiri. Selain tunduk kepada pemimpin yang terpilih, gereja Tuhan juga harus siap melayaninya dan berani mengingatkan pemimpin tentang tanggung jawab kepada Allah.

Pemimpin gereja perlu diadakan pembinaan dan latihan agar umat Kristen memiliki ketrampilan untuk menyuarakan suara kenabian melalui pemilihan, tetapi juga melalui doa di ruang publik. Umat harus memposisikan diri sebagai umat Allah, sehingga melakukan cara-cara yang dinginkan oleh Allah. Ingat, Kristus sebagai hakim yang adil, mengawasi dan menyertai gerejaNya di dalam melaksanakan fungsinya sebagai agen Allah di bumi, suatu saat pasti akan dinyatakan dan diminta pertanggung jawab dari kita masing-masing.

Karena itu sebagai pemimpin siap menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah dan siap dievaluasi. Dan sebagai umat siap mendukung dan mentaati semua kebijakannya, tetapi juga siap mengevaluasinya melalui suara kenabiannya. Di dalam hal ini, pemimpin gereja bertindak sebagai pengarah dan pemberi solusi melalui pembinaan spiritual, baik kepada pemimpin maupun kepada umat.

Ingat, kita tahu bahwa Allah akan menjalankan dan mengerjakan bagianNya. Dan Dia mau gerejaNya melaksanakan tugas dan fungsinya, maka saya percaya bahwa PASTI YAHWEH memberkati Tanah Papua dan umat Tuhan hidup dengan menemukan arti hidup yang selama ini tidak dinikmatinya. Percalah, Allah telah membuktikan diriNya di dalam sejarah manusia, orang kuat manapun diurusNya jika tak beres. Mengapa ragu, YAHWEH itu Tuhan kita dan Tuhan orang Papua yang dimiliki di dalam Yeshua Amashia atau Yesus Kristus itu.

(Anda yang berjuang di luar daerah dan yang ada di daerah, yang menginginkan transformasi daerah, berdoalah dan mintalah kepada Tuhan pemimpin yang berhati hamba yang mau melayani. Ingat, salah menentukan dengan cara-cara yang kurang baik, maka apapun kebijakan pemimpin tersebut anda akan ikut mempertanggung jawabkan kepada hakim yang adil)
(By. Ev. Lenis Kogoya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar